India Economy Growth 2025 menunjukkan performa mengejutkan pada kuartal September 2025, ketika ekonomi India mencatat pertumbuhan 8.2%, jauh di atas perkiraan analis. Torehan ini terjadi meskipun negara tersebut menghadapi tekanan besar dari tarif 50% yang diberlakukan Amerika Serikat terhadap sejumlah komoditas dan produk manufaktur India.
Dalam laporan terbaru pemerintah India, dorongan pertumbuhan ini terutama berasal dari kebangkitan sektor manufaktur, konstruksi, layanan keuangan, dan konsumsi domestik. Lonjakan ini membuat India Economy Growth 2025 kembali menjadi topik global, terutama dalam diskusi seputar ketahanan ekonomi di tengah ketidakpastian geopolitik dan perlambatan perdagangan dunia.
Berikut laporan lengkap dan analisis mendalamnya.
India Economy Growth 2025 Didukung Lompatan Pertumbuhan 8.2% di Kuartal September

Pertumbuhan ekonomi India mencapai 8.2% secara tahunan (YoY) pada kuartal yang berakhir September 2025. Angka ini jauh di atas konsensus ekonom yang memprediksi pertumbuhan 7.3%.
Kinerja tersebut meningkat dari 7.8% pada kuartal sebelumnya, didorong oleh deflator yang lebih rendah sehingga pertumbuhan riil tampak lebih kuat daripada estimasi awal.
Kenaikan ini langsung meningkatkan kepercayaan pasar terhadap ketahanan India Economy Growth 2025 meski berada di fase tekanan eksternal.
Efek Tarif 50% Amerika Serikat Tidak Menghentikan India Economy Growth 2025

Tarif 50% yang diberlakukan AS mulai efektif pada Agustus 2025 dan sempat dikhawatirkan akan menekan ekspor India, khususnya barang tekstil, produk kimia, dan manufaktur ringan.
Namun nyatanya, India Economy Growth 2025 tetap tumbuh karena:
-
Pemerintah India cepat merespons dengan kebijakan pemangkasan besar-besaran GST (Goods and Services Tax).
-
Stimulus tersebut mulai berlaku pada 22 September 2025, tepat sebelum musim belanja besar di India.
-
Konsumsi domestik kembali menggeliat dan menjadi penopang utama ekonomi.
Pemerintah India menyebut pemangkasan GST ini sebagai “tindakan penyangga” untuk melindungi konsumsi rumah tangga dari tekanan eksternal.
Sektor Manufaktur Jadi Motor Utama India Economy Growth 2025

Menurut pernyataan resmi pemerintah, sektor:
-
Manufaktur
-
Konstruksi
-
Layanan keuangan
-
Properti dan real estat
mencatat pertumbuhan yang kuat pada kuartal Juli–September.
Layanan profesional, finansial, dan real estat tumbuh 10.2%, prestasi yang menjadi pilar penting dalam mempertahankan momentum India Economy Growth 2025.
Ini menunjukkan adanya:
-
ekspansi kapasitas industri,
-
peningkatan permintaan kredit,
-
dan pemulihan pasar properti akibat penurunan pajak.
India Economy Growth 2025 Ditopang Konsumsi Domestik yang Bangkit pada Oktober
Data dari pelaku industri menyebutkan bahwa konsumsi domestik sempat “tertahan” pada September karena masyarakat menunggu implementasi pemangkasan GST.
Namun begitu aturan baru berlaku:
-
penjualan mobil mencapai rekor tertinggi,
-
pembelian emas melonjak tajam menjelang festival,
-
dan konsumsi ritel meningkat drastis.
Penurunan tarif pajak individu beberapa bulan sebelumnya juga meningkatkan pendapatan yang dapat dibelanjakan (disposable income).
Oktober tercatat sebagai bulan dengan aktivitas konsumsi tertinggi sepanjang 2025—sebuah indikator kuat yang menopang India Economy Growth 2025.
Tantangan Tetap Ada—Defisit Perdagangan India Melebar pada 2025
Meski pertumbuhan domestik kuat, India menghadapi masalah eksternal lainnya.
Defisit perdagangan barang India mencapai rekor tertinggi, dipicu oleh:
-
turunnya ekspor karena tarif AS,
-
naiknya impor emas,
-
serta meningkatnya kebutuhan bahan baku sektor manufaktur.
Sementara itu, IMF memperkirakan bahwa:
-
ekspor barang India akan turun 5.8% pada tahun fiskal 2026,
-
sementara impor naik 2.4% hingga mencapai USD 746 miliar.
Ini menjadi salah satu tantangan terbesar bagi stabilitas India Economy Growth 2025 dalam jangka menengah.
Proyeksi IMF untuk India Economy Growth 2025 dan Tahun-Tahun Berikutnya
Dalam laporan yang dirilis Rabu lalu, International Monetary Fund (IMF) memberikan pandangan berikut:
-
Pertumbuhan PDB riil 2026 diproyeksikan 6.6%
-
Pertumbuhan 2027 diproyeksikan moderat menjadi 6.2%
-
Ketidakpastian masih tinggi akibat belum adanya kesepakatan dagang AS–India
-
India tetap berada di jalur menjadi ekonomi USD 5 triliun pada 2029
IMF menilai bahwa India Economy Growth 2025 masih akan tetap “kuat” karena didukung stabilitas makro, konsumsi domestik, investasi pemerintah, dan reformasi pajak.
Peran Kebijakan Fiskal dan GST Terhadap India Economy Growth 2025
Kebijakan pemangkasan GST pada September 2025 dianggap sebagai:
-
langkah taktis pemerintah untuk melindungi pasar domestik,
-
strategi mengimbangi turunnya ekspor,
-
serta pendorong belanja ritel menjelang musim festival.
Kebijakan fiskal India yang pro-konsumsi dinilai sebagai faktor utama mengapa India Economy Growth 2025 tetap stabil meskipun berhadapan dengan tarif tinggi dari AS.
Sektor UMKM juga mendapatkan manfaat signifikan dari turunnya GST, yang berdampak pada turunnya harga produk di pasar domestik.
India Economy Growth 2025 Menuju Transformasi Ekonomi Jangka Panjang
Para ekonom menilai bahwa pertumbuhan kuat ini bukan hanya fenomena jangka pendek. Ada beberapa faktor struktural yang memperkuat India Economy Growth 2025:
-
Transformasi manufaktur dan ekspansi kapasitas industri
-
Urbanisasi cepat dan peningkatan investasi infrastruktur
-
Pergeseran rantai pasok global yang cenderung menguntungkan India
-
Ekspansi ekonomi digital dan pembayaran berbasis UPI
-
Pertumbuhan kelas menengah dan daya beli domestik
Jika India berhasil menjaga momentum ini, negara tersebut berpotensi menjadi salah satu motor pertumbuhan global hingga akhir dekade 2020-an.
India Economy Growth 2025 Tetap Kuat Meski Menghadapi Tekanan Tarif Global
India Economy Growth 2025 menjadi bukti nyata ketahanan ekonomi India menghadapi tekanan eksternal. Dengan pertumbuhan 8.2% pada kuartal September, kebijakan fiskal yang responsif, dan konsumsi domestik yang kembali pulih, India menunjukkan kemampuan untuk menjaga stabilitas ekonomi.
Meskipun tantangan seperti defisit perdagangan dan penurunan ekspor masih mengintai, proyeksi IMF tetap menunjukkan bahwa pertumbuhan India akan solid dalam beberapa tahun mendatang.
India kini berada dalam jalur menuju ekonomi USD 5 triliun pada 2029—sebuah capaian besar di tengah ketidakpastian global.
