Di era modern yang penuh tekanan, aktivitas menyatu dengan alam seperti forest bathing mulai banyak digemari. Terinspirasi dari praktik Jepang “Shinrin-yoku”, terapi ini melibatkan eksplorasi hutan dengan penuh kesadaran untuk menenangkan pikiran dan menyegarkan tubuh.
Menurut Dr. Fitriani dari Institut Pertanian Bogor (IPB), kegiatan ini berpotensi besar untuk mendukung kesehatan mental dan fisik. Ia menyatakan bahwa terapi ini bisa menurunkan kadar stres, meningkatkan imunitas, dan memperbaiki kualitas tidur.
Apa Itu Forest Bathing?
Forest bathing tidak mengharuskan Anda melakukan olahraga berat. Cukup berjalan santai di antara pepohonan, mendengarkan suara alam, menghirup aroma hutan, dan memfokuskan perhatian pada lingkungan sekitar. Aktivitas ini menjadi bentuk meditasi ringan yang dilakukan di ruang terbuka hijau.
1. Menurunkan Tingkat Stres
Salah satu manfaat utama terapi ini adalah kemampuannya dalam mengurangi stres. Studi dari Jepang menunjukkan bahwa berjalan selama dua hari di hutan menyebabkan penurunan kadar kortisol—hormon yang berkaitan langsung dengan stres dan tekanan emosional.
2. Meningkatkan Kekebalan Tubuh
Hutan menghasilkan senyawa alami bernama fitonsida, yang terbukti merangsang sel pembunuh alami dalam tubuh manusia. Sel-sel ini sangat penting untuk melawan infeksi dan sel abnormal. Efek positifnya bahkan dapat bertahan hingga beberapa minggu setelah kunjungan ke hutan.
3. Menurunkan Tekanan Darah
Kondisi udara yang sejuk dan suasana tenang di area berhutan dapat membantu menurunkan tekanan darah dan memperlambat detak jantung. Ini menjadi salah satu indikator tubuh sedang dalam kondisi rileks dan seimbang.
4. Meningkatkan Fokus dan Daya Ingat
Selain fisik, kegiatan menyatu dengan alam juga berpengaruh pada fungsi kognitif. Banyak peserta terapi ini melaporkan adanya peningkatan konsentrasi, daya ingat, dan performa kerja setelah rutin meluangkan waktu di alam terbuka.
5. Mengurangi Risiko Depresi
Berinteraksi langsung dengan alam memberikan efek menenangkan bagi jiwa. Suara kicauan burung, aroma daun, dan cahaya alami mampu meningkatkan kadar serotonin, hormon yang berkaitan dengan suasana hati positif.
6. Membantu Mengatasi Gangguan Tidur
Tidur yang nyenyak berawal dari pikiran yang tenang. Banyak orang yang menjalani terapi ini mengaku tidur lebih pulas dan merasa segar di pagi hari. Aktivitas ringan di alam juga membantu mengatur ritme sirkadian tubuh secara alami.
7. Memberi Ruang untuk Refleksi Diri
Terapi ini memberi kesempatan untuk jeda dari hiruk-pikuk kehidupan modern. Ini bukan sekadar kegiatan fisik, melainkan juga ruang untuk introspeksi, refleksi batin, dan koneksi spiritual dengan alam sekitar.
Cara Memulai Forest Bathing bagi Pemula
Bagi Anda yang baru pertama kali mencoba, tak perlu langsung pergi ke hutan besar. Anda bisa memulai dengan berjalan santai di taman kota atau area pepohonan di sekitar rumah. Kuncinya adalah menghadirkan kesadaran penuh pada setiap langkah, napas, dan apa yang Anda lihat serta dengar.
Cobalah untuk duduk sejenak di bawah pohon, rasakan hembusan angin, perhatikan tekstur batang pohon, atau dengarkan suara burung. Semakin rutin dilakukan, tubuh dan pikiran akan semakin terbiasa merespons alam dengan rasa tenang dan nyaman.
Mendukung Gaya Hidup Berkelanjutan
Selain berdampak pada kesehatan individu, praktik ini juga selaras dengan prinsip hidup berkelanjutan. Ketika kita lebih menghargai lingkungan, kita terdorong untuk menjaga kelestariannya. Kegiatan seperti ini dapat meningkatkan kesadaran kolektif terhadap pentingnya ruang hijau di tengah urbanisasi yang semakin pesat.
Apakah Aman Dilakukan Semua Orang?
Secara umum, terapi ini aman untuk siapa saja. Namun bagi penderita alergi debu atau serbuk sari, sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter. Pilih waktu yang nyaman dan pastikan membawa perlengkapan seperti air minum, topi, atau sepatu yang sesuai.
Baca juga : Polusi Udara Ancam Kesehatan Anak, Kemenkes Minta Orang Tua Lebih Waspada
Potensi Forest Bathing di Indonesia
Dengan kekayaan hutan tropis yang dimiliki, Indonesia sangat potensial untuk mengembangkan konsep ini sebagai bagian dari wisata kesehatan. Hutan konservasi di Kalimantan, Jawa, hingga Sumatera dapat menjadi lokasi ideal untuk terapi ini sekaligus mendukung pelestarian lingkungan.
Pemerintah dan komunitas pariwisata bisa mempromosikan terapi alami ini sebagai alternatif gaya hidup sehat dan ramah lingkungan. Selain bermanfaat bagi masyarakat, pendekatan ini juga dapat menjadi sumber pendapatan dari sektor wellness tourism.
Penutup
Forest bathing adalah bentuk terapi sederhana namun penuh manfaat. Di tengah kehidupan serba cepat dan digital, menyatu dengan alam bisa menjadi obat paling alami dan menyenangkan. Tak perlu jauh-jauh, cukup luangkan waktu untuk berjalan di taman, hutan kota, atau kawasan hijau lainnya, dan rasakan sendiri ketenangannya.