Pemkot Palu 2025: 7 Langkah Strategis Bangun Kolaborasi Kota di ASEAN

Palu – Pemerintah Kota (Pemkot) Palu menetapkan agenda besar untuk memperkuat jejaring kerja sama dengan sejumlah kota di Asia Tenggara (ASEAN). Langkah ini menjadi strategi diplomasi kota yang memadukan pertumbuhan ekonomi, pertukaran budaya, dan pembangunan berkelanjutan.

Menurut Wali Kota Palu, komitmen ini akan membawa kota mereka ke tingkat yang lebih tinggi di panggung internasional. “Kami ingin Palu menjadi mitra strategis bagi kota-kota ASEAN, sekaligus mengangkat potensi lokal ke pasar yang lebih luas,” ujarnya, Kamis (14/8/2025).


Mengapa Pemkot Palu Menjadikan ASEAN Sebagai Fokus Kolaborasi?

Pemkot Palu memandang ASEAN sebagai kawasan yang penuh peluang. Dengan total populasi lebih dari 650 juta jiwa dan nilai perdagangan yang terus meningkat, kerja sama di kawasan ini menjadi langkah strategis untuk membuka pasar baru.

Selain itu, hubungan historis dan kedekatan budaya membuat interaksi lebih mudah. Kota Palu, sebagai ibu kota Sulawesi Tengah, memiliki kekayaan budaya dan potensi ekonomi yang dapat menjadi daya tarik bagi kota-kota di negara tetangga.

Beberapa alasan strategis Pemkot Palu menargetkan kolaborasi ASEAN antara lain:

  1. Peluang Ekonomi Besar – ASEAN adalah salah satu blok ekonomi terbesar dunia.

  2. Kedekatan Budaya – Kesamaan nilai dan tradisi mempermudah hubungan.

  3. Akses Transportasi yang Meningkat – Jalur udara dan laut semakin memudahkan interaksi.

  4. Pasar Pariwisata yang Luas – Wisatawan ASEAN lebih cenderung berkunjung ke kota dengan hubungan erat.


7 Langkah Strategis Pemkot Palu untuk Kolaborasi ASEAN

1. Penandatanganan MoU dengan Kota Mitra

Pemkot Palu akan menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan kota-kota seperti Kota Kinabalu (Malaysia), Davao (Filipina), dan Chiang Mai (Thailand). MoU ini mencakup kerja sama di bidang pendidikan, perdagangan, pariwisata, dan teknologi.

2. Pertukaran Pelajar dan Budaya

Program ini akan mengirim pelajar, seniman, dan pelaku usaha kreatif dari Palu ke kota mitra, dan sebaliknya. Tujuannya adalah memperluas wawasan generasi muda serta memperkenalkan budaya lokal ke masyarakat ASEAN.

3. Kolaborasi Ekonomi Kreatif

Pemkot Palu fokus mengembangkan ekonomi kreatif seperti kuliner, kerajinan tangan, dan industri digital. Produk-produk unggulan Palu akan dipromosikan melalui pameran internasional dan platform e-commerce.

4. Peningkatan Infrastruktur Digital

Agar siap bersaing di era industri 4.0, Pemkot Palu akan membangun pusat data, memperkuat jaringan internet, dan menyediakan fasilitas pelatihan teknologi bagi pelaku UMKM.

5. Pembangunan Destinasi Wisata Bersama

Rencana ini mencakup pembuatan paket wisata lintas negara, seperti rute “ASEAN Cultural Trail” yang menghubungkan Palu dengan kota mitra. Konsep ini diharapkan menarik wisatawan mancanegara.

6. Penguatan Perdagangan Internasional

Melalui kerja sama dengan Kementerian Perdagangan, Pemkot Palu akan membantu UMKM lokal memasarkan produk ke negara-negara ASEAN.

7. Forum Tahunan Kota ASEAN

Palu akan menjadi tuan rumah forum tahunan yang mempertemukan perwakilan kota di ASEAN. Forum ini membahas isu-isu strategis seperti pembangunan berkelanjutan, mitigasi bencana, dan teknologi ramah lingkungan.


Dukungan Pemerintah Pusat dan Lembaga Internasional

Pemkot Palu telah mendapatkan dukungan dari Kementerian Luar Negeri RI, Kementerian Perdagangan, serta organisasi internasional seperti UN-Habitat. Bantuan ini mencakup pendanaan, pelatihan, dan akses ke jaringan mitra global.

“Dukungan pemerintah pusat sangat penting. Dengan kerja sama yang solid, Palu akan lebih siap bersaing di tingkat internasional,” kata Wali Kota.


Dampak Positif bagi Masyarakat Palu

Program ini diperkirakan akan memberikan dampak langsung, seperti:

  • Peningkatan Lapangan Kerja di sektor pariwisata, perdagangan, dan teknologi.

  • Pertumbuhan UMKM Lokal berkat akses pasar internasional.

  • Peningkatan Investasi Asing yang masuk ke kota.

  • Penguatan Identitas Budaya melalui promosi di luar negeri.


Tantangan yang Dihadapi Pemkot Palu

Walau peluangnya besar, tantangan juga tidak sedikit, di antaranya:

  • Perbedaan Regulasi antar negara

  • Keterbatasan Anggaran untuk program internasional

  • Persaingan Pasar dengan kota-kota lain di ASEAN

Untuk mengatasinya, Pemkot Palu akan membentuk tim diplomasi kota, memperluas jaringan pendanaan, dan melakukan promosi secara berkelanjutan.


Visi Jangka Panjang Pemkot Palu

Target jangka panjang program ini adalah menjadikan Palu sebagai hub ekonomi dan budaya di Asia Tenggara. Dalam 10 tahun ke depan, Pemkot Palu menargetkan:

  • Kenaikan kunjungan wisatawan ASEAN sebesar 150%

  • Pertumbuhan ekspor UMKM lokal minimal 50%

  • Penambahan mitra internasional hingga 15 kota


Inspirasi dari Kota Lain

Beberapa kota di ASEAN telah sukses menjalankan program serupa, seperti:

  • Penang (Malaysia) yang menjadi pusat industri kreatif dan pariwisata medis.

  • Chiang Mai (Thailand) yang memanfaatkan budaya lokal untuk menarik wisatawan.

  • Davao (Filipina) yang sukses mengembangkan perdagangan agrikultur lintas negara.

Pemkot Palu berencana mengadopsi strategi sukses dari kota-kota tersebut dengan menyesuaikan pada kondisi lokal.


Baca Juga : Cuti Bersama 18 Agustus 2025: Apakah Karyawan Swasta Dapat Libur?


Kesimpulan

Langkah Pemkot Palu membangun kolaborasi dengan kota di ASEAN adalah strategi visioner yang dapat meningkatkan daya saing kota dan kesejahteraan warganya. Dengan tujuh langkah strategis yang sudah direncanakan, dukungan penuh pemerintah pusat, dan partisipasi masyarakat, Palu memiliki peluang besar menjadi salah satu kota kunci di jejaring ASEAN.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *